#karantinantb

Bima (26/10) – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, terus meningkat seiring tingginya permintaan bawang merah dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai salah satu sentra produksi hortikultura nasional, Bima rutin memasok ratusan ton bawang merah setiap pekan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Komoditas unggulan tersebut dikirim ke berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Distribusi ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional.

Kelancaran distribusi antarpulau didukung pengawasan Badan Karantina Indonesia melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Laut Bima. Sebelum diberangkatkan, setiap pengiriman menjalani pemeriksaan fisik dan administrasi guna memastikan keamanan serta kualitas komoditas.

Petugas Karantina Satpel Bima, Abdul Salam, menjelaskan pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umbi, kadar air, serta pengambilan sampel untuk memastikan bawang merah bebas dari kerusakan mekanis dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). 

"Kepatuhan pelaku usaha dan pengawasan karantina yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi serta rantai pasok pangan nasional" terang Salam.

Sementara kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menegaskan bahwa sertifikasi kesehatan tumbuhan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing bawang merah asal Bima di pasar nasional. “Dengan jaminan sertifikasi kesehatan tumbuhan yang valid, komoditas unggulan asal Bima tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga dapat meminimalkan risiko kerusakan selama proses pengangkutan melalui berbagai macam jalur distribusi” ujarnya.

#PelindunganMaksimalPelayananOptimal